Go Bigger!

Post ini muncul karena kata-kata salah satu dosen saat menjadi moderator di sesi short lecture Dies Forum 2015 yang kebetulan saya menjadi salah satu panitia dan PIC ruangan tersebut.

Kata-kata yang membuat saya flashback ke beberapa tahun lalu dan memiliki pemikiran yang sama dengan beliau.

Kurang lebih kata-katanya mengomentari bagaimana sebenarnya orang Indonesia memiliki pemikiran-pemikiran yang luas, mendetail dan sangat berpotensi untuk bersaing dengan orang luar. Banyak dari kita yang mempunyai pertanyaan-pertanyaan yang orang luar tidak kepikiran sampai sana.

Aku meng-iya-kan…

Menurut pengalaman, saat aku dipercaya menjadi delegasi Djarum Foundation untuk mengikuti HNMUN 2013, aku sempat nervous. Kenapa? Pertama, ini pertama kalinya saya pergi ke negara yang amat jauh yang isinya orang-orang native English. Bagaimana kalau saya kesulitan berkomunikasi? Walaupun sudah pernah ke Singapura, tetap saja rasanya berbeda. Orang Singapura banyak juga yang mengerti bahasa karena itu kalau kita ucapannya salah-salah sedikit, mereka tetap mengerti.

Kedua, aku takut pemikiranku terlalu simpel, kalah dengan mereka. Oleh karena itu aku research segala hal yang mungkin dibutuhkan nanti, terutama di acara konferensinya. Sampai-sampai tetap baca hasil research di pesawat malam-malam.

Ketiga, ya karena menjadi delegasi yang artinya sudah diberi kepercayaan dan dipilih dari anak-anak lainnya. Aku takut nggak bisa ngasih the best of me atau what they have expected from me. Itu kenapa aku deg-degan banget saat berangkat kesana.

Dan ketika hari H konferensi, aku sempat kaget. Memang banyak orang-orang yang sangat sibuk bicara ke depan, bicara panjang lebar. Tapi menurutku, banyak juga yang isinya kurang. Dari sekian banyak yang mereka bicarakan, intinya cuma satu dan itu aja terus yang diulang-ulang. Sampai aku menyimpulkan, memang salah satu keunggulan mereka adalah lancar berbahasa Inggris (which is ya iyalah) tapi inti dari pembicaraannya kurang ‘berbobot’, kurang variatif.. Sementara kalau kita, terbiasa mikir dulu sampai bikin kebetan apa yang bakal kita omongin di depan. Bener dan nggaknya, terus ditimbang ulang. Sedangkan, kesan yang aku dapat dari mereka tuh nggak kayak gitu. Walaupun banyak juga yang keliatan cerdasnya, terutama panitianya *eh hahaha. Dan in the end of the conference, mereka emang nggak dapet award walaupun keliatan aktif banget, jadi pemikiranku nggak salah kan ya?

conference atmosphere
conference atmosphere di komiteku

Itu aja sih share pengalaman untuk sekarang, intinya disini aku ingin encourage kita-kita bahwa kita sebenarnya nggak kalah kok dari mereka. Sama-sama manusia dan menurutku nggak ada ras yang lebih superior atau inferior. Mungkin karena udah nge-down duluan karena mereka native dan mereka ‘bule’ (biasa kan kalo orang kita liat bule kayaknya ‘wah’). Tapi it’s okay kok, prepare yourself dan pede aja tapi jangan ke-pede-an 😉

Bonus: foto bareng fellow delegate dari California, loveable banget (edit asal yang penting rambutnya ga keliatan/balada belum pakai hijab)
Bonus: foto bareng fellow delegate dari California, loveable banget (edit asal yang penting rambutnya ga keliatan/balada belum pakai hijab)
Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s