MUN (Model United Nations) 101 – Part 1

Haiii aku mau share pengetahuan dan pengalaman tentang Model United Nations (MUN) yang mudah-mudahan bermanfaat. Kenapa sih aku nulis tentang MUN ini? Karena lumayan banyak yang menanyakan ke aku acara apa sih yang aku pernah ikuti ini. Berarti kan banyak yang belum tahu. Setelah aku jelaskan, ternyata cukup banyak juga yang tertarik. Jadi, lebih baik aku jabarkan juga di blog ini ya. Lanjuuuuuutttttt

Apa sih MUN itu?
MUN
Sesuai sama namanya, ini adalah simulasi konferensi United Nations atau yang biasa kita namakan Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB). Nah, di acara ini kita bisa merasakan langsung bagaimana menjadi diplomat dari suatu negara. Serunya, walau kita delegasi dari Indonesia tidak lantas akan merepresentasikan negara Indonesia, lho. Disinilah kemampuan research dan kekritisan kita sebagai anak muda diperlukan untuk menggali informasi lebih banyak tentang negara yang akan kita bawakan sehingga menjadi diplomat yang meyakinkan. Challenging kan?

Kan admin belajar di kedokteran gigi, bukan dari bidang hukum atau bidang politik seperti hubungan internasional, perlunya apa sih min ikut MUN segala?
Wah wah, memang nih ‘keliatannya’ acara ini lebih mengarah ke masalah-masalah politik dan hukum secara global. Tapi sebenarnya ini semua dirancang untuk mengarahkan kita menjadi pemuda yang lebih aware terhadap masalah-masalah dunia, untuk menjadi generasi yang unggul untuk masa depan kita semua. Nah, di dalam acara ini, kemampuan public speaking kita diasah, memimpin dalam suatu forum juga diperlukan, skill berpikir cepat, realistis, dan solutif juga dibutuhkan, terlebih lagi acara ini melatih cara bernegosisasi dan bagaimana kemampuan advokasi kita. Dimana kemampuan-kemampuan ini yang akan selalu dipakai dalam kehidupan kita, baik disari maupun nggak.
Lagipula,kita nggak akan tahu nih kedepannya akan ada kesempatan apa, kalau tiba-tiba dicari perwakilan negara yang menghadiri konferensi WHO, misalnya, kita dengan pengalaman dan pembelajaran di MUN tentunya akan lebih dipercayai untuk mengambil spot tersebut. Yakin aja deh, semua ilmu dan pengalaman itu pasti berguna di suatu hari.

Kok bisa melatih negosiasi dan advokasi sih min kalo ikut acara MUN?
Oh iya, ini berhubungan sama tugas diplomat asli ketika mewakili negaranya di dalam konferensi-konferensi semacam ini. Nah, tujuan suatu konferensi kan untuk membahas masalah-masalah yang ada dimana masalah tersebut bisa berdampak terhadap kestabilan suatu negara dan hubungannya dengan negara lain. Jadi, kerja kita disini untuk memberikan ide-ide sebagai solusi dan tentunya harus sesuai dengan yang namanya country interest. Disinilah pentingnya negosiasi dan advokasi sehingga solusi yang tidak merugikan negara kita ini bisa didengar dan diimplementasikan menjadi resolution-nya PBB (ceritanya).

Wah seru nih, kita harus acting biar benar-benar menjiwai saat merepresentasikan negara tersebut ya, jadi manfaat lengkapnya apa aja nih kalo ikut MUN?
Yang PERTAMA nih, melatih bahasa Inggris kita tentunya karena disini bahasa yang legal adalah bahasa Inggris kan acara internasional. Yang KEDUA, melatih kemampuan kita melakukan research sedalam-dalamnya dan mencari segala hal yang kita perlukan based on evidence. Yang KETIGA, melatih kemampuan public speaking di depan orang-orang yang belum pernah kita temui, yang berasal dari negara lain, yang mungkin sekali nggak mendengarkan speech kita di saat formal session atau moderated caucus (we’ll talk about it later yah). Yang KEEMPAT, melatih kemampuan kita dalam menegosiasikan dan mengadvokasikan ide terbaik dari negara kita sehingga negara lain yakin ide tersebut adalah ide yang terbaik untuk diimplementasikan. Cukup sulit lho melakukan ini, jangankan untuk ide yang cukup bertolak belakang, untuk memasukkan ide kita agar disetujuipun cukup challenging. Yang KELIMA, bagaimana untuk membawa diri kita menjadi salah satu orang yang didengarkan atau ‘pemimpin’ dalam forum ‘unmoderated caucus’ atau ‘informal session’ (yes, we’ll talk about it later again ;)). Yang KEENAM, tentunya memperluas networking kita ke mahasiswa dari negara lain. Yang KETUJUH, saat mengikuti MUN yang diadakan di negara lain, kita bisa menemui mahasiswa-mahasiswa asal Indonesia yang berkuliah atau atase atau perutusan tetap/konsulat jenderal/ kedutaan besar disana dan mendapatkan informasi mengenai kuliah atau hidup disana *jika berminat. Yang KEDELAPAN, dapat pengalaman dan jalan-jalan di negara lain tentu. TERAKHIR, dan mungkin tidak selalu ada di setiap MUN, yaitu mendapat ilmu pengetahuan dari yang berpengalaman dan pakarnya langsung melalui seminar.

Wah menarik min, terus kan kayaknya MUN banyak banget, pilih yang mana?
Nah itu dia, aku baru pernah ikut 2 macam MUN yang berbeda, dari MUN yang pernah admin ikuti, prosedurnya berbeda, suasananya juga berbeda, lokasi tentu juga berbeda, kelebihan dan kekurangan pasti ada. Nah aku akan beri tips memilih MUN ya
TIPS memilih MUN mana yang tepat:
1. Tahap awal, jelas liat budget atau sponsor yang promising, kalau budget pasti ada, yaudah bisa pilih MUN yang paling besar dan paling jauh :p Tentunya MUN yang untuk mahasiswa ya, jangan yang untuk anak SMA.
2. Next, kalo mau mewakili universitas kita sendiri, cari universitas kita menyalurkan mahasiswanya ke MUN apa aja, tinggal pilih mau yang mana
3. Tentunya disesuaikan juga sama eligibility yang ditetapkan universitas saat mereka membuat seleksi sendiri. Walaupun sebenarnya di MUN, mahasiswa tingkat awal sampai tingkat akhir diperbolehkan bahkan dosen.

Sekian dulu ya post pengenalan MUN dari akuuuu, kalo ada lagi nanti ditambahkan di post berikutnya. See ya!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s