MUN (Model United Nations) 101 – Part 2

Haiii buat semuanya yang siap-siap seleksi delegasi buat MUN, bolehlah ya baca-baca  basic knowledge dalam konferensi UN (PBB). Ini hasil sharing-sharing aja yang pernah aku pelajari dalam persiapan jadi delegasi Djarum Foundation tahun 2013 dan Unpad di tahun 2014.

1. Apa sih UN (PBB) itu?
UN
Ini nih yang pasti banget, kudu banget dihapalin sebelum belajar lebih lanjut. Cari tahu dulu sebenarnya UN dibangun untuk apa, negara-negara tetap dibawah UN itu berapa, ada berapa General Assembly (GA) yang ada dan tiap GA membahas apa. Terus baca juga special conference lain yang biasa dibuat UN. Kalo mau lebih rajin lagi, baca aja kitabnya UN atau yang biasa disebut UN Charter, pedoman/dasar UN untuk setiap langkah yang akan diambil. Segitu dulu cukup, kalo mau tambah lagi, harus belajar tiap GA udah punya organisasi apa aja.

2. ROP (Rules of Procedure)
Nah, gali dulu konferensi MUN apa yang kita bakal join. Cari pedoman MUN tersebut, baca ROP-nya. Karena tiap MUN biasanya beda-beda. Misalnya, di HNMUN ada yang namanya general speaker’s list (GSL), moderated caucus dan unmoderated caucus. Beda lagi sama NMUN-NY, ada formal session dan informal session. Cari, apa sih GSL? Gimana aja caranya biar kita masuk ke list itu.

Gunanya kita baca ROP, biar kita tau jalannya konferensi nanti kayak gimana jadi ga bikin bingung pas udah hari-H. Tinggal siapin blablablanya topik yang bakal dibawain aja.

Salah satu pengalaman nih, kita udah baca ROP, udah pernah simulasiin. Tiba-tiba ada yang namanya crises, kita well-played banget deh, aku dan temen satu delegasi langsung bengong, bingung apa yang harus dan bisa kita lakuin. Nah siapin juga ya

3. Latih bahasa diplomasi
Nah ini dia yang agak sulit. Kalo bahasa Inggris daily conversation kayaknya mahasiswa sekarang udah cincai ya? Tapi berbahasa layaknya diplomat, agak challenging. Gimana caranya berniat memaksa tapi tidak terlihat seperti memaksa, bagaimana caranya menolak tapi dengan sangat halus sehingga lawan bicara kemudian menjauh, dan bagaimana jika beda pendapat tapi tetap bisa bekerja sama? Ini bener-bener diperlukan lho. Bayangkan kalo diplomat tiap negara nggak punya bahasa diplomasi yang tepat, wah udah jadi incaran negara lain kan.

4. Negotiating, lobbying, debating (in a proper way)
Latih lagi bagaimana cara bicara ke orang lain, yang dalam hal ini dia akan menjadi wakil dari negara lain. Bagaimana cara bicara di depan orang banyak, yang mana jelas mayoritas mereka native dan kita bukan. Dan tentunya, persiapkan diri untuk berbeda pendapat dan menarik mereka untuk ‘setidaknya’ tertarik untuk mempertimbangkan pendapat kita. Tapi jangan lupa untuk coba mendengarkan pendapat mereka. Kalo bisa merge, why not? Ingat, ada hal-hal dalam suatu negara yang tidak bisa dinegosiasikan lebih lanjut dan ada yang bisa dinegosiasikan ya.

Intinya seperti itu, kalo ada yang membingungkan untuk menjelaskannya mungkin butuh waktu lebih banyak lagi. Semoga bermanfaat. I wish you good luck, MUN-ers!

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s