Ssssh!

Jujur aja bingung mau ngasih judul apa karena aku juga nggak ngerti itu namanya apa. Dibilang swearing bukan, kalo swearing kan pake emosi dan luapan kemarahan. Cursing juga bukan, karena biasanya ditujukan ke seseorang. Hmmm how about cussing? Katanya cussing itu artinya to curse or saying bad words. Ah yaudah cussing aja ya :p Atau ada ide lain?

Jadi, aku ngasih judul itu karena memang seharusnya kita berkata yang baik atau diam. Dan karena  aku nggak mungkin ngasi judul dengan kata-kata kotor atau inappropriate (i do really want to make my blog clean!) yaudah aku tulis gitu aja dan contoh kata-kata yang lain kusensor.

Sebenernya sih ini fenomena yang kulihat dan alami dari generasiku sendiri. Generasi 90 yeee! Tapi kadang aku juga nggak ngerasa belong to this generation kalo masalah kayak gini.

“Iya, nj*r.”

“M*mp*s.”

Oke, setelah fenomena ngatain orang (maaf) a*tis dan c*cat dikritisi dan dianggap nggak pantas, kata-kata diatas tadi pasti sering banget ditemui sama kita. Anehnya, sehari-hari. Mungkin masih dianggap pantas ya untuk ngomong kayak gitu ke orang lain.

Duh, udah deh nggak ada bagus-bagusnya itu kata-kata (aku nulis gitu dan disensor aja masih deg-degan). Yang bikin tambah ngerasa parah, itu udah kayak kata “deh”, “sih”, “mah”. Hampir ada di akhir kalimat anak-anak jaman sekarang (eeh aku juga anak jaman sekarang sih dan bukan hasil reinkarnasi). Mungkin mereka pikir itu kata yang udah nggak asing lagi ya, “ah santai aja, cuma kata-kata biasa sehari-hari kok” gitu ya.

MATIKAH MORALITAS?

Nih, kalo aku ngomong gini, pasti pada protes “lebay ah, semua orang juga ngomong gitu, udah biasa sehari-hari kali. Nggak gaul banget sih.”

Nah, apa namanya kalo kata-kata yang nggak baik dianggap biasa aja dan lumrah aja untuk diomongin. Bahkan untuk sehari-hari. coba ayo kamu itung berapa kali kamu ngomong kata-kata tadi? Ketika kamu aja nggak bisa ngitung saking kamu pikir itu kata-kata yang wajar atau lumrah dipakai sehari-hari, apa salah aku bilang norma moralitas sudah hilang?

Dan maaf, tapi omongan kayak gitu nggak ada korelasinya sama gaul. Ketika kamu mendapatkan teman dengan semakin seringnya kamu ngomong kata-kata itu, harusnya kamu punya waktu untuk berpikir teman seperti apa yang kamu dapatkan? Pergaulan kayak apa yang sekarang kamu miliki? Kalo dalam agamaku sih, sahabat yang baik adalah yang bisa membawa kita ke dalam kebaikan. Tunggu, bukan dalam agamaku doang ya itu rasanya hahaha

Coba deh, kalo kamu mikir kata-kata itu lumrah buat diomongin sehari-hari, nggak usahlah diuji untuk ngomong kata-kata itu ke orang yang lebih tua atau yang kamu hormati. Karena nggak bakalan kamu berani ngomong kayak gitu kan. Tapi, akankah kamu mengajarkan anakmu nanti untuk mengatakan kata-kata tersebut kalo sama temennya? Kalo kamu ketawa dan bilang “nggaklah, masa iya diajarin kayak gitu” Selamat, berarti masih ada moral dalam hati nurani kamu. Terus kenapa kamu sendiri masih ngomong kata-kata itu?

It doesn’t make you cool,

it doesn’t make you sound smarter,

it doesn’t make you look better

Yang lebih miris lagi, kalo generasi yang lebih muda dari kita ikut-ikutan, jadi turun-temurun. Jadi merasa kata-kata tadi tuh biasa aja, nggak buruk. Nggak jarang kalo ketemu sama anak SD aku ngerasa miris, dengan santainya dia ngomong “nj*r”, “m*mp*s” dan kata-kata nggak bagus lainnya. Kalo mau dipikir, masih banyak kata-kata yang lain, yang lebih baik, yang lebih enak didengar, yang tidak mengotori lidah. Kenapa sih harus mengotori lidah kamu dengan kata-kata yang nggak berfaedah hanya demi “yang katanya” gaul.

“Barang siapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam.” (HR. Bukhari dan Muslim)

Advertisements

9 thoughts on “Ssssh!

  1. Berat kalau udah masalah lisan nih mah bon, bahkan ada pepatah lidah mu lebih tajam dari sebuah pedang yang telah diasah, tapi kalau w sih lebih cenderung kearah “diam itu emas” agar kita lebih berhati-hati aja heheh

    Like

  2. Aaaa aku kena lagi #jleb
    Sering banget make kata2 nj*r, reflek kalau sama temen2 nongkrong, meski kalau sama yg lainnya nda pernah…

    Jujur aku juga kaget, kukira dulu itu hal yg biasa utk anak di jkt, sampai aku di kampus ketemu anak dr luar jkt, dia kaget katanya denger kata2 itu.. Hmm jd malu lagi, udala aku diem aja minun ultramilk dipojokan .____.

    #Ssssh!

    Like

    1. Ahahaha lucu banget sih Torooo.. Masa sih? dari luar jkt manaa? Karena di bdg jg byk bgt yg ngmg kata2 itu.. Malah aku pikir disini duluan yg pake kata2 itu (efek udh jarang ke jkt) trnyata pas ktmu sm tmn2 di jkt jg byk yg ngmg gitu, sad

      Liked by 1 person

      1. Iyaa temenku yg dr sumatra mbaa, kalau yg jawa juga ada, yg jawa timuran mungkin nganggepnya sama kayak c*k yaa? Ngga tau sih.

        Tp pernah aku ngomong nj*r gitu, kayak anj*r hebat banget loo=astaga hebat bangeet loo! , orgnya bukannya seneng malah ngambek sama aku wkwkwk

        Like

  3. Itu yang berat bon menyebarkan virus yang benar akan lebih sulit daripada menyebarkan virus yang jelek hehe
    Semangat aja yo bon bon semoga bisa menyebarkan virus baiknya hehe

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s